Jumat, 20 November 2015

Tugas puisi B.Indonesia 2

Nama             : Yeni Nur Indah Sari
NPM               : 29213423
Kelas              : 3EB21
Matkul           : B.Indonesia 2 #
“IBU”
Ibu…kasih sayangmu luar biasa
Engkau bagaikan permata
Yang selalu bersinar di hati
Lelahmu… perjuanganmu…
Tak mampu ku membalasnya

Hanya satu pintaku
Tetaplah engkau menjadi malaikat
Yang terbaik untuk anakmu

Sebuah doa yang ku panjatkan
Sejuta rindu yang ku lukiskan
Dan sebuah harapan yang ku impikan

Engkau lah yang ku sayang
Engkau lah yang ku rindu
Engkau lah segalanya.. Ibu..

Terima kasih untuk pengorbananmu
Yang telah menjadi pahlawan

Untuk buah hati mu tersayang

Jumat, 15 Mei 2015


Nama               : Yeni Nur Indah Sari
Kelas               : 2EB21
Matkul            : Aspek Hukum dalam Ekonomi #


Contoh Kasus Perekonomian Internasional


1.      Penemuan proyek tarnsportasi daerah untuk Indonesia Timur (Eastern Indonesia Regional Transport Project-EIRTP) dan proyek Infrastruktur jalan strategic (Strategic roads Infrastruture Project-SRIP) oleh Bank Dunia.

    Bank dunia telah selesai menyelidiki bukti-bukti yang ditemukan terkait sesuatu prusahaan konsultan yang diduga sebelumnya ikut terlibat dalam jalannya proyek EIRTP dan persiapan SRIP. Dari hasil penyelidikan ditemukan bahwa perusahaan konsultan tersebut menyediakan fasilitas dan sarana gratis dengan angka melebihi US$300.000 kepada para penjabat kementerian Pekerjaan Umum berhubungan pelaksanaan kontrak senilai US$6 pada proyek EIRTP dan persiapan Proyek SRIP.
         Sri Mulyani, selaku menteri keuangan sudah meminta kepala komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP, dan Menteri Pekerjaan Umum agar melakukan tindakan administrative dan tindakan hokum agar melakukan penyelidikan terhadap tuduhan.
         Dalam hal ini baik pemerintah Indonesia maupun Bank Dunia telah menyepakati standar-standar yang kuat dalam memitigasi segala resiko korupsi pada sektor jalan yang akan dilakukan dalam proyek SRIP. Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia akan melakukan 4 kerangka kunci terkait agenda anti korupsi pada kasus ini antara lain:
a.      Pemerintah Indonesia bakal melakukan peningkatan 4 pengaman spesifik dengan melalui kerangka kerja anti korupsi yang lengkap.
b.      Pemerintah Indonesia bakal memperkuat kemampuan pengawasan dan pengamanan fidusier pada Kementerian Pekerjaan Umum.
c.       Pihak Bank Dunia bakal bekerja berdampingan sekaligus mendukung badan pemerintahan yang releven yaitu Badan Pemeriksa Keuangan dan KPK.
d.      Pihak Bank Dunia bakal bekerja dengan Pemerintah Indonesia pada jangka waktu cukup panjang dalam membangun kerangka kerja tata kelola yang kuat serta berkelanjutan.


2.      Kasus Pemailitan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI)

       Wakil Presiden Hamzah Haz memanggil Menteri Keuangan (Menkeu Boediono) agar mengetahui secara langsung perkembangan kasus pemailitan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI). Sebelumnya, Pihak pemerintah Kanada dan perusahaan asuransi Kanada yakni Manulife Financial Insurer sebagai pemilik saham AJMI< melayangkan protes dalam kasus tersebut. Sebelumnya pihak Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta dengan ketuanya Hasan Bakri menyatakan pailit terhadap AJMI dengan berdasarkan pada Kurator PT Dharmala Sakti Sejahtera (DSS) Paul Sukran setelah menilai AJMI gagal membayar dividen tahun 1999 sebesar Rp32,7 milyar. Pihak AJMI kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Sementara itu sesudah pertamuan dengan Wapres, Menkeu menyatakan bahwa AJMI adalah perusahaan sehat (solvent) serta mempunyai posisi keuangan yang kuat.
            Berhubungan dengan masalah ini, Internasional Finance Corporate (IFC), anak perusahaan Bank Dunia, mempertanyakan keputusan pemailitan oleh Pengadilan Niaga Jakarta karena IFC juga mempunyai 9% saham di AJMI. Menurut pihak IFC, pemailitan AJMI yang merupakan sebuah perusahaan yang solvent sangat membingungkan sekaligus membuat investor menjadi takut berinvestasi di Indonesia.


3.      Dua Warga Negara Asing menggugat Indonesia di Pengadilan Bank Dunia

      Satu warga Negara Arab Saudi dan satu lagi warga Negara Inggris menggugat pemerintah Indonesia di pengadilan arbitrase Bank Dunia dengan dalil bahwa tindakan pemerintah Indonesia dalam penalangan dan mengambil alih kepemilikan Bank Century merugikan meraka sebagai pemegang saham pengendali. Selain itu, dalil mereka berikutnya menyatakan bahwa pengadilan ini absnetia terhadap mereka sebagai pelanggaran hak asasi manusia.



Sumber:

Minggu, 12 April 2015


NAMA                  : YENI NUR INDAH SARI
NPM                     : 29213423
KELAS                : 2EB21


1.     Investasi Sementara Dalam Saham
Contoh :
Dijual 300 lembar saham PT Naruto nominal perlembar @ Rp 100.000 dengan kurs 100%. Biaya provisi danh materai Rp 600.000. saham-saham persebut pernah dibeli dengan harga perolehan Rp 105.000 per lembar.
Jawab :
Harga Nominal 300 lembar @ Rp 100.000 = 30.000.000
Harga Kurs 100% x Rp 30.000.000 ………………………………………… =Rp 30.000.000
Provisi dan Materai ……………………………………………………………(=Rp      600.000)
       Diterima per kas …………………………………………………....... =Rp 29.400.000
Harga Perolehan saham yang dijual 300 lembar @Rp 105.000..................(=Rp 31.500.000)
                Rugi Penjualan Saham …………………………………………… =Rp   2.100.000
Jurnal :
Kas                                                         Rp 29.400.000
Rugi Penjualan Saham                            Rp 2.100.000
                Surat-surat berharga                                      Rp 31.500.000

2.    Investasi Sementara Dalam Obligasi
Contoh :
Tgl 2 Apr’05 Perush membeli obligasi milik PT. X nominal Rp 10.000,- per lembar sebanyak 1000 lbr dengan harga Rp 9.600,- Bunga obligasi 9% (dibayar setiap tgl 1 Apr & 1 Okt)
Contoh investasi sementara pada obligasi (jika pembelian bertepatan dengan tanggal bunga obligasi)
Jurnal 2 Apr 05 :
                (D) SB-Obligasi PT. X       Rp 9.600.000
                                  (K) Kas                                                                Rp 9.600.000
Jurnal 1 Okt 05 (jika obligasi tetap dipegang maka ada penerimaan bunga)
                (D) Kas                                  Rp 450.000
                                 (K) Pendapatan Bunga  Rp 450.000
                (= 9% x Rp 10.000 x 1000 lb x 6/12)
Tgl 3 Okt 05 perush menjual obligasi PT. X dengan kurs 102%
                Perhitungan :
                HJ = 102% x Rp 10.000 x 1000 lb    = Rp 10.200.000
                H.Po =                                               = Rp   9.600.000


                Laba Penjualan                                 = Rp      600.000
Jurnal :
   (D) Ka                                                  Rp 10.200.000
                     (K) SB-Obligasi PT.X                         Rp 9.600.000
                       (K) Laba Penjualan                          Rp    600.000

3. Jenis Obligasi dan Pengertiannya!
 Obligasi dijamin dan obligasi tidak dijamin
Yang tergolong obligasi dijamin adalah : Obligasi hipotik yaitu obligasi yang penerbitannya dijamin dengan suatu jaminan tertentu misalnya real estate. Yang termasuk obligasi dijamin ini adalah Obligasi trust yang penerbitannya dijamin oleh saham atau obligasi perusahaan lain. Sedangkan obligasi tidak dijamin adalah obligasi yang penerbitannya tidak dijamin dengan suatu jaminan. Obligasi ini sangat beresiko sehingga apabila perusahaan menerbitkan obligasi jenis ini akan memberikan tingkat bunga yang tinggi, dalam rangka untuk menarik minat calon investor.
Contoh Suratnya:
Obligasi kupon (Coupon Bond) yaitu obligasi yang bunganya dibayarkan secara periodik, ada yang setiap triwulan, semesteran, atau tahunan. Pada surat obligasi terdapat bagian yang dapat dirobek untuk mengambil bunga obligasi tersebut. Bagian inilah yang disebut kupon obligasi. Jadi kupon obligasi adalah bagian yang istimewa dari suatu obligasi yang mendefinisikan jumlah bunga tahunan. Setiap 1 kupon melambangkan 1 kali bunga yang dapat diambil.
Lain halnya dengan Coupon bond, Zero Coupon Bond tidak mempunyai kupon, sehingga investor tidak akan menerima bunga secara periodik, tetapi bunga langsung dibayarkan sekaligus pada saat pembelian

2)     Obligasi Berjangka, Obligasi Serial dan Obligasi Dapat Ditebus
Obligasi berjangka adalah obligasi yang memiliki jatuh tempo dalam satu tanggal. Obligasi serial adalah obligasi yang memiliki jatuh tempo secara serial atau berangsur. Obligasi dapat ditebus adalah obligasi yang memberikan hak kepada penerbitnya untuk menebus dan menarik obligasi tersebut sebelum jatuh temponya.

3)     Obligasi Konvertibel
Obligasi konvertibel adalah suatu obligasi yang dapat dikonversi dengan surat berharga lain pada suatu waktu setelah penerbitannya. Biasanya obligasi jenis ini akan bisa dikonversikan ke dalam saham.
Contoh Suratnya:Saham preferen konvertibel mencakup opsi bagi pemegang saham untuk mengkonversi saham preferen menjadi saham biasa dengan jumlah tetap. Perbedaan utama akuntansi untuk obligasi konvertibel dan saham preferen konvertibel adalah pada tanggal penerbitannya. Obligasi konvertibel dianggap sebagai kewajiban, sedangkan saham preferen konvertibel (kecuali ada penebusan wajib) dianggap sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham
4)     Obligasi Terdaftar dan Atas Unjuk
Obligasi terdaftar adalah obligasi yang diterbitkan atas nama pemilik. Obligasi atas unjuk adalah obligasi yang tidak tercantum nama pemiliknya dan dapat ditransfer dari satu pemilik ke pemilik lain cukup melalui penyerahan saja.

Contoh suratnya: Sertifikat atas unjuk adalah dapat diperdagangkan setiap saat dan memberikan hak kepada siapa saja yang membawa / memegang efek tersebut ( misalnya hak untuk menerima pembayaran apabila efek yang dipegangnya adalah efek bersifat hutang dan hak untuk memberikan suara apabila efek yang dipegangnya adalah efek bersifat sekuritas).

Sertifikat atas nama adalah sertifikat efek yang mencantumkan nama dari pemegang sertifikat efek, dimana penguasaan sertifikat efek secara fisik tidak memberikan hak bagi sipembawa sertifikat efek ini. Penerbit efek ataupun biro pencatatan efek yang ditunjuk akan melakukan pendaftaran pemegang efek dimana pengalihan hak hanya diakui apabila pengalihan hak tersebut telah dicatatkan dalam daftar pemegang efek.






Sumber:
Kieso E.Donald, dkk.2002.Akuntansi Intermediate Jilid 2 (Edisi Kesepuluh).Jakarta:Erlangga



Minggu, 05 April 2015


NAMA    : yeni nur indah sari
NPM       : 29213423
KELAS  : 2EB21


ASAL USUL TERJADINYA PERDAGANGAN  MATA UANG ( VALAS )

Penggunaan valas sekarang ini diawali dari penggunaan valas tradisional. Lalu bagaimana ceritanya era valas tradisional tersebut? Dan bagaimana prosesnya hingga sampai sekarang? Di artikel ini kita akan mempelajari kembali penggunaan mata uang dan pertukaran nilai kurs uang di masa lalu. Sejarah Forex memang sudah berlangsung sejak tahun 1800-an, dimulai dari standarisasi penggunaan emas sebagai metode pembayaran hingga hari ini, yang menggunakan internet sebagai media perantaranya. Sedangkan cikal bakal perdagangan sendiri sudah ada sejak jaman batu, dimana orang-orang gua saling bertukar barang untuk memenuhi kebutuhannya.Jika dulu, sebelum teknologi informasi/internet berkembang pesat, segala kegiatan transaksi penukaran mata uang hanya dapat dilakukan secara langsung melalui bank-bank terdekat ataupun Money Changer (Forex Tradisional). Di era perkembangan teknologi informasi/internet yang cukup pesat saat ini, kini kita dapat melakukan transaki jual beli mata uang langsung di rumah dengan menggunakan sebuah perangkat komputer dan koneksi internet tanpa harus bersusah payah ke Bank ataupun Money Exchange (Forex Modern).
Pada tahun 1931 forex mulai diperkenalkan ke dalam sistem keuangan. Tahun Dari 1931 sampai 1973, pasar Forex telah melalui serangkaian perubahan. Perubahan ini sangat mempengaruhi ekonomi global. Karena uang yang ditransaksikan cukup besar dan hanya beberapa lembaga yang ditunjuk pemerintah sebagai pencetak uang. Namun pada tahun tersebut tidak banyak bentuk spekulasi dalam arti ingin mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Tapi lebih ke arah perlindungan nilai. Sayangnya cakupan untuk mendukung uang kertas akan memakan cadangan banyak emas. Sehingga negara harus memborong emas dalam jumlah besar dan tentu saja memotong anggaran. Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah berusaha memilih jalan lain dengan menjadikan kedalam bentuk bursa. Dimana pergerakan nilai mata uang tidak lagi menggunakan pasokan emas, namun berdasarkan permintaan dan penawaran di market valas.
Pada era valas tradisional sebelum ada Forex yang kita ikuti bersama ini. Indikator untuk menganalisa yang dipergunakan ialah dengan cara pengamatan terhadap kondisi politik, ekonomi, tensi, budaya, dan fundamental lainnya. Mulai tahun 2007 indikator fundamental sudah mulai ditinggalkan sebagian besar trader dengan semakin populernya teknikal analisis dengan berbagai indikatornya sampai saat ini. Namun, tetap indikator fundamen penting dan ikut andil dalam mempengaruhi pergerakan mata uang. Jika zaman dulu sagala kegiatan jual beli harus dilakukan secara tunai dengan objek barang dan uang harus diserahkan secara tunai. Kini, di zaman modern kita sudah bisa menggunakan kartu ATM untuk membayar, bahkan untuk mengirim uang ke orang lain yang sangat jauh bisa kita lakukan hanya dalam beberapa detik. Forex sebenarnya sudah ada ketika manusia mulai menggunakan uang sebagai alat bayar jauh sebelum Anda lahir. Pertukaran antara mata uang satu dengan mata uang lainnya itulah Forex. Dan profesi yang menekuni Forex Modern dikenal dengan nama “Trader”. Jadi, jika sebelumnya Anda selalu mempertanyakan tentang “objek uang” yang tidak terlihat pada transaksi valuta asing modern (Forex) sehingga meragukan hukumnya, kini Anda sudah bisa menarik kesimpulan dengan membandingkan kegiatan-kegiatan yang mungkin pernah Anda lakukan seperti contoh diatas dari sebuah transaksi yang tidak terlihat “objek uangnya” secara langsung.

Kamis, 08 Januari 2015

Peranan Koperasi dan Pembangunan Koperasi

Nama             : Yeni Nur Indah Sari
NPM             : 29213423
Kelas             : 2EB21
Matkul           : Softkill Ekonomi 


Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa. Peran koperasi dalam memajukan perekonomian masyarakat dari dulu hingga saat ini  sangat lah banyak. Karena masyarakat dapat meminjam atau berdagang pada koperasi tersebut. Bukan hanya itu saja  peranan yang dilakukan koperasi juga dapat membantu Negara untuk menggembangkan usaha kecil yang ada dalam masyarakat.
Peranan koperasi dalam perekonomian Indonesia adalah :
1.    Alat pendemokrasi ekonomi
2.    Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat
3.    Membantu pemerintah dalam mengelola cabang-cabang produksi yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak
4.    Sebagai soko guru perekonomian nasional Indonesia (tiang utama pembangunan ekonomi nasional)
5.    Membantu pemerintah dalam meletakkan fondasi perekonomian nasional yang kuat dengan menjalankan prinsip-prinsip koperasi Indonesia
Peran Koperasi diberbagai Keadaan Persaingan
1. Di Pasar Persaingan Sempurna
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
- Adanya penjual dan pembeli yang sangat
banyak
. Produk yang dijual perusahaan adalah
sejenis (homogen)
. Perusahaan bebas untuk mesuk dan keluar
. Para pembeli dan penjual memiliki informasi
yang sempurna
2.Di Pasar Monopolistik
-Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam
. Produk yang dihasilkan tidak homogen
. Ada produk substitusinya
. Keluar atau masuk ke industri relatif mudah
. berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya
3.Di Pasar Monopsoni
-Disini ada penjual banyak tetapi hanya ada satu
Pembeli.
4.Di Pasar Oligopoli
Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar
oligopoli yaitu strategi harga dan nonharga.
Untuk menghindari perang harga, perusahaan akan mengadakan product defferentiation dan memperluas pasar dengan cara melakukan kegiatan advertensi,
membedakan mutu dan bentuk produk.
• Penawaran Harga yang bersifat Predator
• Price Leadership

Pembangunan Koperasi
·         Pembangunan Koperasi di Indonesia
Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara berkembang memang sangat diametral. Di barat koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Bahkan dengan kekuatannya itu koperasi meraih posisi tawar dan kedudukan penting da lam konstelasi kebijakan ekonomi termasuk dalam perundingan internasional. Peraturan perundangan yang mengatur koperasi tumbuh kemudian sebagai tuntutan masyarakat koperasi dalam rangka melindungi dirinya.
Di negara berkembang koperasi dirasa perlu dihadirkan dalam kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kesadaran antara kesamaan dan kemuliaan tujuan negara dan gerakan koperasi dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat ditonjolkan di negara berkembang, baik oleh pemerintah kolonial maupun pemerintahan bangsa sendiri setelah kemerdekaan, berbagai peraturan perundangan yang mengatur koperasi dilahirkan dengan maksud mempercepat pengenalan koperasi dan memberikan arah bagi pengembangan koperasi serta dukungan/perlindungan yang diperlukan.
Pembangunan koperasi dapat diartikan sebagai proses perubahan yang menyangkut kehidupan perkoperasian Indonesia guna mencapai kesejahteraan anggotanya. Tujuan pembangunan koperasi di Indonesia adalah menciptakan keadaan masyarakat khususnya anggota koperasi agar mampu mengurus dirinya sendiri (self help).

A. Permasalahan dalam Pembangunan Koperasi
Koperasi bukan kumpulan modal, dengan demikian tujuan pokoknya harus benar-benar mengabdi untuk kepentingan anggota dan masyarakat di sekitarnya. Pembangunan koperasi di Indonesia dihadapkan pada dua masalah pokok yaitu :
1. Masalah internal koperasi antara lain: kurangnya pemahaman anggota akan manfaat koperasi dan pengetahuan tentang kewajiban sebagai anggota. Harus ada sekelompok orang yang punya kepentingan ekonomi bersama yang bersedia bekerja sama dan mengadakan ikatan sosial. Dalam kelompok tersebut harus ada tokoh yang berfungsi sebagai penggerak organisatoris untuk menggerakkan koperasi ke arah sasaran yang benar.
2. Masalah eksternal koperasi antara lain iklim yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi, seperti kebijakan pemerintah yang jelas dan efektif untuk perjuangan koperasi, sistem prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan.



B. Kunci Pembangunan Koperasi
Menurut Ace Partadiredja dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan koperasi Indonesia adalah rendahnya tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena pemerataan tingkat pendidikan sampai ke pelosok baru dimulai pada tahun 1986, sehingga dampaknya baru bisa dirasakan paling tidak 15 tahun setelahnya.
Berbeda dengan Ace Partadiredja, Baharuddin berpendapat bahwa faktor penghambat dalam pembangunan koperasi adalah kurangnya dedikasi pengurus terhadap kelangsungan hidup koperasi. Ini berarti bahwa kepribadian dan mental pengurus, pengawas, dan manajer belum berjiwa koperasi sehingga masih perlu diperbaiki lagi.  
Prof. Wagiono Ismangil berpendapat bahwa faktor penghambat kemajuan koperasi adalah kurangnya kerja sama di bidang ekonomi dari masyarakat kota. Kerja sama di bidang sosial (gotong royong) memang sudah kuat, tetapi kerja sama di bidang usaha dirasakan masih lemah, padahal kerja sama di bidang ekonomi merupakan faktor yang sangat menentukan kemajuan lembaga koperasi.
Ketiga masalah di atas merupakan inti dari masalah manajemen koperasi dan merupakan kunci maju atau tidaknya koperasi di Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas koperasi, diperlukan keterkaitan timbal balik antara manajemen profesional dan dukungan kepercayaan dari anggota. Mengingat tantangan yang harus dihadapi koperasi pada waktu yang akan datang semakin besar, maka koperasi perlu dikelola dengan menerapkan manajemen yang profesional serta menetapkan kaidah efektivitas dan efisiensi. Untuk keperluan ini, koperasi dan pembina koperasi perlu melakukan pembinaan dan pendidikan yang lebih intensif untuk tugas-tugas operasional. Dalam melaksanakan tugas tersebut, apabila belum mempunyai tenaga profesional yang tetap, dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang terkait.
Dekan Fakultas Administrasi Bisnis universitas Nebraska Gaay Schwediman, berpendapat bahwa untuk kemajuan koperasi maka manajemen tradisional perlu diganti dengan manajemen modern yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.    Semua anggota diperlakukan secara adil,
2.     Didukung administrasi yang canggih,
3.     Koperasi yang kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi yang lebih kuat dan sehat,
4.    Pembuatan kebijakan dipusatkan pada sentra-sentra yang layak     
5.     Petugas pemasaran koperasi harus bersifat agresif dengan menjemput bola bukan hanya menunggu pembeli,
6.    Kebijakan penerimaan pegawai didasarkan atas kebutuhan, yaitu yang terbaik untuk kepentingan koperasi,
7.    Manajer selalu memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis,
8.    Memprioritaskan keuntungan tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada anggota dan pelanggan lainnya,
9.     Perhatian manajemen pada faktor persaingan eksternal harus seimbang dengan masalah internal dan harus selalu melakukan konsultasi dengan pengurus dan pengawas,
10. Keputusan usaha dibuat berdasarkan keyakinan untuk memperhatikan kelangsungan organisasi dalam jangka panjang,
11. Selalu memikirkan pembinaan dan promosi karyawan,
12. Pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan.


Sumber:
http://www.ekonomirakyat.org/edisi_17/artikel_5.htm
http://ruth-happy.blogspot.com/2010/01/pembangunan-koperasi.html